Adab di jalan menurut Islam Adab di jalan menurut Islam ~ Kempor.Com Adab di jalan menurut Islam

Sabtu, 09 Juli 2011

Sering kita melihat, bahkan mengalami sendiri, sebagai anak muda pasti seringlah kita nonkgrong-nongkrong di jalan, di perempatan dll. Dari cuman nyari maem, sekedar ngrumpi, membahas sesuatu, maupun sampai ada yang minum-minum, baik minuman lunak ataupun minuman yang keras wkwkwkwkwk. Tahu kah kewajiban anda sebagai "nongkronger-nongkronger" menurut ISLAM?, sedikit akan saya bahas mengenai Adab Seorang Muslim di Jalan.
Chek it out!

Hadist yang di riwayatkan oleh Ab Said Al-Khudri, Rasululllah bersabda: "Janganlah kalian duduk di (tepi) jalanan", mereka (para sahaat) berkata:"sesungguhnya kami perlu duduk-duduk untuk berbincang-bincang." Beliau berkata;"Jika kalian tidak bisa melainkan harus duduk-duduk, maka berikanlah hak jalan tersebut." Mereka berkata;" apa hak jalan tersebut Rasulullah? Beliau menjawab; "menundukan (membatasi) pandangan, tidak menggangu (menyakiti orang), menjawab salam, memerintahkan kepada yang ma'ruf dan mencegah dari munkar."

1. Menundukan (membatasi) pandangan (dari melihat wanita yang bukan mahramnya atau hal hal yang di haramkan)
2. Tidak mennganggu atau menyakiti orang dengan ucapan maupun perbuatan.
3. Menjawab salam.
4. Memerintahkan (manusia) kepada kebaikan dan mencegah (manusia) dari perbuatan munkar.

Tentang "menundukan pandangan" (menahan pandangan), Allah berfirman dalam QS An-Nur: 30-31:
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman. "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat". Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangan dan kemaluannya."

Rasulullah pernah berkata kepada Ali: "Wahai Ali jangan kamu iringi pandangan pertama dengan pandangan lain (kedua), dibolehkan bagimu yang pertama saja, sementara yang keda tidak boleh." (HR. Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Al-Hakim).
Maksud dari pandangan pertama adalah yang tidak disengaja, statusnya tidak dimaafkan dan tidak berdosa. Sedangkan pandangan kedua adalah yang di sengaja dan berdosa.

Adapun kafful adza' (tidak menggangu dan menyakiti orang dengan ucapan maupun perbuatan), merupakan ciri muslim sejati seperti yang di sabdakan oleh Rasullullah:"Muslim (yang sempurna) adalah kaum muslimin yang selamat dari gangguan) lidahnya dan tangannya" (HR Muslim).

Seperti yang di katakan Abdullah bin Al-Mubarak mengenai akhla mulia, dia berkata: "Yaitu yang manis, memberi kebaikan dan tidak menggangu (menyakiti) terhadap orang lain." (HR. At-Tirmidzi).

Berkaitan dengan "menjawab salam", merupakan kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya, Nabi bersabda yang artinya: "hak seorang muslim atas muslim yang lain ada 5, yaitu: menjawab salam, menjenguk orang sakit, mengiringi jenasah, memenuh undangan, dan mendoakan yang bersin." (Muttafaqunalaih).

Dan tentang "memerintahkan kepada ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar", Allah SWT telah memerintahkan dalam firmannya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS Ali Imran:104).

Diatas merupakan adab-adab ketika kita duduk -duduk di tepi jalan, seperti yang di sebutkan oleh Hafidz Ibn Hajar:
1. Berkata yang baik dan menebarkan salam.
2. Memberi petunjk jalan kepada musafir dan menjawab orang yang bersin jika dia bertahmid.
3. Menolong orang yang kesusahan dan menunjukan jalan bagi orang yang tersesat.
4. Membantu orang yang membawa beban berat.
5. Menolong orang yang terdzolimi.
6. Membimbing orang yang bingung.
7. Banyak berdzikir kepada Allah AWT.

sumber: Al Qur'an dan Al Hadist


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Poskan Komentar

Mohon tulis nama asli/panggilan/lapangan/panggung/pena etc.
No keyword, No spam, ataupun hal-hal yang jelas.

Terima kasih sudah comment.