Airku Jauh Di Dalam Perut Bumi Airku Jauh Di Dalam Perut Bumi ~ Kempor.Com Airku Jauh Di Dalam Perut Bumi

Jumat, 30 November 2012

Uang adalah salah satu hal terpenting yang dilomba lombakan untuk diraih, tidak hanya di kota saja, tetapi sudah merambah ke pelosok pelosok desa. Uang seperti halnya bola sepak yang ditendang kesana kemari dan diperebutkan antar para pemain. Pernah terdengar dari seorang pemuda yang tidak menerima keadaan sebuah kehidupan desa. "Mak aku mau kerja di kota, biar cepet dapet duit banyak. Di desa susah dapet duit mak". Sungguh sengsara kehidupan di desa yang jauh dari lapangan pekerjaan dan jauh dari ciuman kasih pemerintah.

Sempatkah teman teman berkunjung di sebelah selatan kota solo? daerah wonogiri ataupun gunung kidul?. Saya sarankan sempatkanlah menjenguk kesana. Daerah wonogiri termasuk kawasan karst gunung sewu yang sudah lama kesulitan mendapatkan air. Jangan heran jika di samping setiap rumah rumah biasanya dihiasi sebuah bak bundar yang besar dan tinggi. Bak ini digunakan sebagai tandon air dikala musim hujan, dan digunakan sebagai tandon air dari PDAM selama musim kemarau.

Beruntung jika truk tangki PDAM bisa masuk ke desa, tapi sangat disayangkan tidak semuanya rumah warga desa memiliki akses jalan yang bisa dilalui sebuah truk. Jangankan sebuah truk, motor saja sangat sulit menjangkau naik turunnya jalan berbatu wonogiri. Selain keadaan dimana sarana transportasi sangat tidak memadai, letak desa yang jauh dari kota, apalagi yang bisa dilakukan?

kesulitan air wonogiri
 seorang ibu yang sedang mengambil air, sumber solopos.com

Setiap penyakit ada obatnya, dan pastinya masalah yang diberikan oleh Tuhan YME pasti ada pemecahannya. Warga desa dengan segala keterbatasannya hanya bisa mengumpulkan tetes demi tetes air dari sebuah akar pohon.  Mereka rela mengantri untuk mendapatkan beberapa jerigen demi memenuhi kebutuhan air setiap harinya. Kebutuhan mandi, makan, minum, ladang dan hewan ternak bukan tidak memerlukan air yang sedikit kan?.

Beberapa dari desa di daerah wonogiri sudah mendapatkan bantuan pemerintah. Contohnya saja di desa Sumber Agung yang sudah berhasil memanfaatkan air sungai bawah tanah di gua Seban dan Songo. Sebelum diangkat menggunakan pompa sumersible seperti sekarang ini, dahulu para simbah simbah hanya berbekal peralatan sederhana menggunakan bambu bambu sebagai pijakan menuruni gua vertikal 100 meter kedalam perut bumi. Dengan resiko jatuh dari ketinggian 70 meter, mereka menapaki bambu satu ke bambu lain menuju sumber air di dalam gua.

lumpur luweng songo

lumpur adalah salah satu kendala kami - foto by Lurah Solo, GiriBahama

Mereka tidak dibayar, mereka tidak ingin diberi tepuk tangan, tidak juga sebuah pujian, hanya sebuah rasa ingin bertahan. Bertahan dengan kelestarian alam sekitar, saling menjaga dan mengerti. Jauh dari sorot politik di negeri ini yang semakin busuk, jauh dari ciuman penjilat yang mengejar uang haram. Mereka tetap berusaha dan mencoba melestarikan alam sekitar, berharap air yang berada di bawah telapak kaki mereka tetap mengalir lancar. Tetapi banyak kelakuan dari warga sekitar yang sangat disayangkan, "buang sampah sembarangan". Sangat disayangkan kebiasaan membuang sampah sembarangan masih saja membudaya di negeri ini. Tidak di kota tidak di desa, semua sama saja.

gua njenggung pacitan

kami kotori air kami - foto by Lurah Solo, GiriBahama

Sampah sampah plastik, bungkus sampho, sabun mandi, menyambut dengan senyum kotornya. Keterbalikan fakta bahwa air merupakan kebutuhan utama penduduk desa disekitar gua Njenggung. Peran dari pemerintah dan pemerhati lingkungan sangat diperlukan untuk memberikan penyuluhan penyuluhan. Penduduk desa belum begitu paham jika sampah sampah yang mereka buang sembarangan sedikit demi sedikit di mulut gua Njenggung tersebut bisa menyebabkan tersumbatnya aliran sungai bawah tanah. Selain itu juga bisa mencemari sumber air yang berada dibawahnya.

Berbagai masalah sepele bermunculan, dengan berkedok menambah lapangan pekerjaan, pembangunan, dan alasan meningkatkan pendapatan daerah di Wonogiri. Sangat disayangkan bahwa pemerintah berencana mendirikan pabrik semen yang sudah jelas akan mengancam sumber kehidupan mereka. Kawasan karst gunung sewu memang menyimpan bahan baku semen yang melimpah, dan diramalkan tidak habis jika ditambang selama 100 tahun. Tidak diragukan lagi banyak investor yang akan menanamkan modal untuk mendirikan pabrik semen di wonogiri.

Buaian uang berwarna merah seratus ribuan tak membelokan tekad mereka untuk terus melestarikan lingkungan sekitar. Ditemani warga sekitar, Lurah desa pucung, Wonogiri pun terjun langsung dalam pembangunan bendungan di gua Suruh. Mewujudkan impian teman teman yang sudah mendata gua Suruh 9 tahun lamanya. Mewujudkan mimpi warga agar bisa menikmati air mengucur di keran depan rumahnya. Dan tidak lelah lagi menunggu air yang tak kunjung datang.

pengangkatan air gua suruh

warga desa dalam pembuatan bendungan di gua suruh - foto by Lurah Solo, 
GiriBahama

Sekali lagi mereka tidak membutuhkan tepuk tangan dan pujian, walaupun gempuran gonjang ganjing pabrik semen yang terus membayang tidak akan mematahkan semangat mereka. Sebuah bagian kecil dari masyarakat daerah wonogiri yang jauh dari ciuman kasih pemerintah, mencoba mengumpulkan tetes tetes kehidupan dari perut bumi. Menerjang resiko tinggi bergelantungan di seutas tali. Mereka adalah pahlawan yang sesungguhnya bagi anak, istri dan desanya.

Nasehat bagi yang suka membuang buang air bersih untuk keperluan yang tidak penting di rumah. Sekarang cobalah berpikir jika kita berada di posisi mereka? Dengan sehari atau beberapa hari hidup di sana pastinya kita akan mengetahui seberapa penting air bagi kelangsungan hidup manusia. Walaupun hanya segayung, segelas, ataupun setetes akan sangat berharga jika kita mengetahui cara mendapatkannya. 

Itulah sedikit cerita untuk menggugah dan membuka mata dari sudut pandang berbeda, semoga sukses pengangkatan air di gua suruh. Hanya lewat tulisan tulisan seperti ini saya bisa membantu, semoga ada pihak pemerintah yang membaca tulisan ini dan mau sedikit memberikan bantuan. amienn...

Video pengangkatan air di gua suruh "seteguk air seteguk harapan" by Lurah Solo



sumber video: Giribahama Ums


...keep solo caver


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

69 comments:

  1. pertamax pertamax baca bismilah terlebih dahulu :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. rusuh....pertamax diambil sendiri hahahahaha

      Hapus
    2. wahahaha, wah si om nggak pernah dapet pertamax yak? :p

      Hapus
    3. jalan-jalannya kok bawa air mulu yaaaa

      Hapus
  2. siang genk.. waaaaaaaaaao lgi cari harta karun'y genk. sukses buat anda genk,.

    BalasHapus
  3. Kuk gak diikutin yg lomba itu tuh...bisa lho di format kesono

    BalasHapus
    Balasan
    1. lha pye mbak????
      formatnya 3gp ato doc?

      Hapus
  4. wah sangar juga ya sampe blusukan gua segala

    kalimantan yang masih penuh hutan saja air bersih susah didapat
    air bersih,kalo asal air sih melimpah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hiya mas bro, menembus kegelapan abadi :p

      kalimantan? banyak tambang donk om?

      Hapus
  5. iya nih gak di kota, gak di desa budaya buang sampah sembarangan adaaa ajaaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahihihihihi, nggak sembarangan sih mbak. cuman salah tempat wae :p

      Hapus
  6. terus cak, fungsi bendungan di dalam gua buat apa coba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. bendungan berfungsi untuk menampung air yang mengalir di sungai bawah tanah, dan semua sumber sumber yang ada, bahkan tetes tetesan air pun.
      nantinya dari bendungan inilah sebagian air akan di pompa ke tempat lebih tinggi. dan sebagian lagi di teruskan sesuai kondisi naturalnya, sehingga habitat dibawah bendungan nggak mati.

      Nah yang di pompa ke atas nanti ditampung di bendungan kedua, di bendungan inilah dipasang pompa sumersible dengan kapasitas lebih besar untuk mengangkat air 70m an ke atas permukaan.

      Hapus
  7. saya belum pernah ke solo sob... khususnya wonogiri

    hikz, semoga cepat muncul lagi ya... (maksudnya ya gak terlalu dalam gitu airnya... kan dah mulai hujan...

    di sini, bulan lalu juga mulai nyusut air sumurnya...
    tapi semoga semuanya segera baik2saja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. solo n wonogiri is diferent mas bro...

      kawasan karst ntu beda sama tanah kita mas bro?
      sekalipun hujan tetepan airnya ngresep ke tanah.

      salah satu alternatif ya ditampung itu buat kebutuhan besok2.

      dan Alhamdulillah kemarin sudah berhasil kok pengangkatan airnya.
      sekarang sumber air sodekat :p

      Hapus
    2. oh begitu :-)
      saya kira...

      maklum belum tahu & belum pernah ke sana

      .
      alhamdulillah kalo gt

      Hapus
    3. sam sam a om..
      hehehehe

      sesuatu banget dah :D

      Hapus
  8. Sip gan..mengeluarkan air memang sulit, tapi tak sesulit mengeluarkan isi dalam dompet orang2 yang peduli,..rasa rela berkorban dan bertaruh nyawa, ya memang begitulah air tak tergantikan...dari bumi ada smpe sekarang gan,..semoga yg tergantikan adalah jiwa dan semangat untuk itu...''keep solo caver'' he2.....sampek anaku aja tak siapin nama ''ECRINA TIRTA ARGHA'' kedamaian dari gunung dan air...

    BalasHapus
    Balasan
    1. enteleweh sesepuhnya nongol.

      Ya begitulah pak lur,
      lha po udah pasti jadi anaknya pak lur? :p
      n apa udah pasti cewek ntu jadinya? :p

      "keep solo caver"

      Hapus
    2. Wes pasti...sak iki, alhamdulilah lahir tgl 11 januari 2013..anak pertama ku..cewek ''ECRINA TIRTA ARGA''

      Hapus
    3. selamat yo pak lur...
      wah moment e pas banget kie..
      bar sukses ngangkat banyu, lahiran, bar kui opo maneh?

      Hapus
  9. susahnya untuk mendapatkan air bersih. Harus pandai berhemat air nih.

    BalasHapus
  10. itu yang buang sampah siapa, akibatnya kembali ke siapa.. seharusnya manusianya juga ngerti..

    BalasHapus
  11. semoga menang happy!!*________*

    BalasHapus
    Balasan
    1. amin happy!!!! "_________________"

      Hapus
  12. ah sampean iki Hoax tok kang

    BalasHapus
    Balasan
    1. soe hoax gie, pilm e wong solo

      Hapus
    2. lagi ngerti yen soe par gie wong solo.
      hoeksolole

      Hapus
  13. ternyata di pulau jawa masih ada yg kesulitan air ya, hmmm ... miris.
    itu para pemangku jabatan di pemerintahan gimana ya, pada ngerumpi aja kali ya kerjanya, rakyatnya kehausan meneng aja ... #esmosi

    Semoga berhasil ya usaha mereka :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. wehehehe, gubernurnya mikir bangun pabrik semen cak.
      hehehheee..
      udah keluar kok masbro airnya :D

      Hapus
  14. gambare solo toh kie pas ditinggal pak jokowie ke jakarta,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. weleh, yo ora...
      solo banjir.
      goro2 banjire jakarta pindah solo :p

      Hapus
  15. menurut yang saya amati sekarang ini masih banyak rakyat indonesia kususnya di pedesaan yang jauh dari kata sejahtera gan,, mereka merasa kesusahan untuk mendapatkan penghasilan,, sedangkan mereka membutuhkan penghasilan untuk menyambung hidup,,

    untuk daerah gunung kidul saya sering mendengar cerita kalau disana memang sangat susah mendapatkan air apalagi jika musim kemarau,,
    salam blogwalking,artikelnya sangat bermanfaat,, siip

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap, sangat betul sekali.
      padahal desa ntu sumber ato asal dari kota, tetapi yang tinggal di desa merasa kurang yang namanya kesejahteraan, uang pun sangat berharga disana. Nggak seperti di kota yang sangat mudah melempar uang.

      masalah air sebenernya memang salah satu akibat dari ketidak merataan pembangunan, dilain sisi pemerintah menggembor2 kan pembangunan, disisi lainnya lagi pembangunan hanya sebuah wacana saja.
      WTF

      Hapus
  16. hanya membantu doa saja sob, semoga pemerintah tidak budek dan sadar bahwa yang mereka korupsi juga adalah uang rakyat wonogiri.

    BalasHapus
  17. Numpang baca-baca aja dehh, sekalian silaturrahmi...

    BalasHapus
  18. aku kok jadi fokus ke gambar mata air yang pertama :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahahahahhaaaa, mata air yang gelap gelap nggak keliatan ntu yak om? :p

      Hapus
  19. ya Allah... nggak kebayang hidup kekurangan air kayak gituu :(

    BalasHapus
  20. wah .. banyak sekali sampah plastiknya
    bagus nih yg motret ... Hebat dan salut buat warga desa ynag ikut dalam pembuatan bendungan di gua suruh

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, soalnya ntu deket kamar mandi :D
      salut juga mbak, sekarang udah bisa mengalir keluar ke atas :D

      Hapus
  21. salam kenal sob
    ditunggu kunjungannya ya

    BalasHapus
  22. ironi memang melihat semua itu. Memang tidak ada sumber mata air yang layak sob?

    BalasHapus
  23. Mampir kesini gan, salam kenal
    Mampir balik ya ke blogq

    BalasHapus
  24. Kunjungan perdana sobat, sambil baca2
    Visit n koment back y di blogku :)
    Skalian follow ya nanti saya folback

    BalasHapus
  25. informasinya sangat menarik...apalagi foto-fotonya...dan juga sangat bermanfaat

    BalasHapus

Mohon tulis nama asli/panggilan/lapangan/panggung/pena etc.
No keyword, No spam, ataupun hal-hal yang jelas.

Terima kasih sudah comment.