Rabu, 06 April 2016

Gunung Ciremai, terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Entah nama aslinya ciremai atau ceremai, yang jelas gunung ini memiliki ketinggian 3.027 mdpl dan puncaknya merupakan tanah tertinggi di Jawa Barat. Medan cukup wow, selalu nanjak, nanjak dan nanjak lagi, namanya juga gunung masak datar-datar aja. Gunung ini termasuk gunung incaran pendaki karena kondisi alamnya masih terjaga, walaupun sekarang mulai terkotori sampah, kertas dan oleh-oleh dari ajang kekinian anak social media.

Planing awal, jumat berangkat dari Jakarta dan senin pagi ngantor. Bukan hal sepele, dan bukan hal yang terlalu ribet. Kita bukan kumpulan orang-orang yang baru sekali naik gunung kok, tetapi ya begitulah namanya juga mendaki berkelompok, harus saling mengisi kekurangan dan kelebihan anggota. Apalagi pendakian ke Ciremai ini beranggotakan 5 Cewek cantik, bisa dipastikan molor nantinya. Plan kita berangkat jam 8 malam dan sampai Jakarta subuh. Laksanakan komandan!!!.


Carier, alat pribadi, kelompok, sudah saya packing kemarin malem. Setelah balik dari kantor check peralatan, packing sudah rapi, tinggal cus naik bis tujuan kampung rambutan. Salah satu point yang saya pegang erat saat mau mendaki gunung, selalu packing semua barang sebelum berangkat, tak ada penambahan ataupun pengurangan beban. Tak lagi jajan di basecamp, tak lagi bongkar pasang di terminal, tanya ini itu, ataupun beli baterai buat headlamp. Kita Janjian di Kampung Rambutan dan kalau sudah kumpul langsung berangkat biar besok bisa start nanjak pagi-pagi. Iya, pagi pagi banget. 

Tetapi rencana selalu sejalan dengan peserta, semakin banyak peserta, semakin banyak waktu yang harus diolor-olor. Akhirnya kita berangkat sekitar jam 11 malem dari terminal kampung rambutan, setelah menunggu saya datang, setelah menunggu yang lain makan, setelah menunggu yang lainnya datang, dan setelah menunggu saya makan gara gara nunggu yang lainnya makan dan datang. Tak lupa obat mujarab “antimo” biar nggak mabok, Hap hap hap.


Kami start naik sekitar pukul 9 an, nggak terlalu cepet cepet amat, santai kayak di pantai, yang penting yakin dan senin bisa langsung ngantor. Kalau naiknya lemot, ya nanti turunnya dicepetin biar Senin bisa ngantor. Kalau naiknya bisa cepet, ntar turunnya bisa slow but sure.

Jalur Linggarjati diawali tanjakan ringan dengan medan aspal. Nggak berat, cuman agak panas, nggak enak banget di kaki. Aspal panjang nanjak, kadang liat orang naik motor dengan enaknya. Oh iya, sebagai info aja, nih pos pertama bisa pakai Jasa ojek, ataupun pengen buat pemanasan bisa jalan kaki ringan.

Setelah sampai pos pertama bisa isi air dulu, dipenuhin, sepenuh-penuhnya, soalnya di atas nggak ada air loh menurut kabar. Lebih baik turun bawa sisa air, daripada turun minta minta air dari pendaki yang lain.


Butuh perjuangan keras untuk kami menghirup aroma puncak, setelah kehujanan, kering dan kehujanan lagi, akhirnya kita sampai juga di puncak Ciremai. Puncak tertinggi tanah Sunda, dengan tiupan tiupan mesra angin pagi yang menghapus kelelahan kami. Sekeliling begitu cerah, dan membakar kulit eksotik kami, panas tapi sejuk, dingin tapi menghitamkan. Terlihat dari kejauhan, seperti hamparan cermin yang lebar, mengkilat, tak tahu pantai atau danau. Sungguh cantik, manis, dihiasi warna biru yang lebar, luas, kami puas.
gambar pemandangan gunung ciremai
Gapailah cita-citamu setinggi gunung Ciremai, entah kenapa suka foto yang satu ini
gambar gunung ciremai
Dua cowok lainnya malu nampang di kamera
Jujur saja, kali ini kaki saya pegel, paha keju kemeng, tak begitu tinggi tetapi mengena di kaki. Ciremai jalur Linggarjati memang terkenal dengan oleh-oleh pegel linu di kaki. Perjalanan turun terasa lama, kelompok terpecah belah menjadi 2 bagian. Yang duluan turun wanita-wanita super, cowok cowok gantengnya belakangan sekalian nungguin cewek-cewek super lainnya yang tertatih-tatih meringis sambil menahan rasa sakit di kaki.

Ada salah satu obat pereda sakit yang di bawa oleh May, sejenis parem yang kalau diolesin jadi semriwing semriwing semriwingg… (sambil muter muter). Fungsinya mirip counterpain tetapi lebih encer. Karena rasa penasaran, akhirnya saya cobain buat kaki saya yang mulus tanpa bulu ini. Benar adanya, kaki jadi lebih enak, semwriwing, dan sakitnya berkurang.

Eh tapi, pas berdiri kok ada yang aneh? Kaki rasanya tak bertenaga, otot-otot pada loyo. Selidik punya selidik ternyata cowok yang ikutan makek juga merasa ototnya pada loyo semua. Nama obatnya lupa, fungsinya melemaskan otot, dan sangat manjur terbukti pas turunan kaki rasanya loyo bin lunglai kayak belalai. Jadi sekarang sudah ketahuan kenapa cewek-cewek pada meringis pas turunan. 

Obat pasca pendakian, dipakai pas mendaki? Loyo pak, otot jadi selembut karet.
Sampai dibawah, sudah ditungguin Bapak-bapak ojek. Salah satu enaknya naik Ciremai via Linggarjati ya transportasinya, sudah teratur dan terorganisir. Kalau dari Jakarta tinggal naik bis turun pertigaan, lanjut ojek yang kalau belum naik ongkosnya 15ribu. Turunnya juga sama dari pos 1 sampai pertigaan jalan besar yang dilewatin bus bus antar kota cuman 15ribu.

Oh iya, Yang nggak asik dari Linggarjati yaitu tiket masuknya, terasa mihil jika dibandingkan gunung lokal lain di Jawa. Mungkin 25ribu ya kalau nggak salah, lagi lagi saya lupa. Tetapi dari tiket 25ribu itu ada perinciannya loh, untuk kas, untuk produk lokal dll. Kita juga dapet souvenir berupa gelang produk penduduk setempat, makanan kecil yang unik dan SERTIFIKAT. Iya sertifikat!!!! Jangan lupa diambil waktu mau pulang. Sampai puncak ataupun tidak, kita tetap mendapatkan sertifikat.

gambar jalur gunung ciremai
Itu kertas dan kaos tangan unyu, sepele tapi asu banget!!!
Pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati dengan medan cukup menguras persediaan air kami telah berakhir. Semoga kebersamaan kami tidak terhapus oleh dentingan waktu, tetap semangat, tetap berpetualangan dan semoga kita menjadi insinyur yang dapat merubah wajah Indonesia lebih baik.
gambar jalur gunung ciremai linggarjati
Terimakasih atas waktunya, mas mbak Tripatra, mas SIS, mbak-mbak DSME dan mbak Santos. Kapan kita lagi?
Sorry kalau tulisannya basi, Muncaknya udah setahun yang lalu tapi kok nulisnya baru sekarang. Sekali lagi, lebih baik telat dari pada telat banget.

Tekian dan telima tatih.

Gunung Ciremai, terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Indonesia. Entah nama aslinya ciremai atau ceremai, yang jelas gunung ini memiliki ketinggian 3.027 mdpl dan puncaknya merupakan tanah tertinggi di Jawa Barat. Medan cukup wow, selalu nanjak, nanjak dan nanjak lagi, namanya juga gunung masak datar-datar aja. Gunung ini termasuk gunung incaran pendaki karena kondisi alamnya masih terjaga, walaupun sekarang mulai terkotori sampah, kertas dan oleh-oleh dari ajang kekinian anak social media.

Planing awal, jumat berangkat dari Jakarta dan senin pagi ngantor. Bukan hal sepele, dan bukan hal yang terlalu ribet. Kita bukan kumpulan orang-orang yang baru sekali naik gunung kok, tetapi ya begitulah namanya juga mendaki berkelompok, harus saling mengisi kekurangan dan kelebihan anggota. Apalagi pendakian ke Ciremai ini beranggotakan 5 Cewek cantik, bisa dipastikan molor nantinya. Plan kita berangkat jam 8 malam dan sampai Jakarta subuh. Laksanakan komandan!!!.


Carier, alat pribadi, kelompok, sudah saya packing kemarin malem. Setelah balik dari kantor check peralatan, packing sudah rapi, tinggal cus naik bis tujuan kampung rambutan. Salah satu point yang saya pegang erat saat mau mendaki gunung, selalu packing semua barang sebelum berangkat, tak ada penambahan ataupun pengurangan beban. Tak lagi jajan di basecamp, tak lagi bongkar pasang di terminal, tanya ini itu, ataupun beli baterai buat headlamp. Kita Janjian di Kampung Rambutan dan kalau sudah kumpul langsung berangkat biar besok bisa start nanjak pagi-pagi. Iya, pagi pagi banget. 

Tetapi rencana selalu sejalan dengan peserta, semakin banyak peserta, semakin banyak waktu yang harus diolor-olor. Akhirnya kita berangkat sekitar jam 11 malem dari terminal kampung rambutan, setelah menunggu saya datang, setelah menunggu yang lain makan, setelah menunggu yang lainnya datang, dan setelah menunggu saya makan gara gara nunggu yang lainnya makan dan datang. Tak lupa obat mujarab “antimo” biar nggak mabok, Hap hap hap.


Kami start naik sekitar pukul 9 an, nggak terlalu cepet cepet amat, santai kayak di pantai, yang penting yakin dan senin bisa langsung ngantor. Kalau naiknya lemot, ya nanti turunnya dicepetin biar Senin bisa ngantor. Kalau naiknya bisa cepet, ntar turunnya bisa slow but sure.

Jalur Linggarjati diawali tanjakan ringan dengan medan aspal. Nggak berat, cuman agak panas, nggak enak banget di kaki. Aspal panjang nanjak, kadang liat orang naik motor dengan enaknya. Oh iya, sebagai info aja, nih pos pertama bisa pakai Jasa ojek, ataupun pengen buat pemanasan bisa jalan kaki ringan.

Setelah sampai pos pertama bisa isi air dulu, dipenuhin, sepenuh-penuhnya, soalnya di atas nggak ada air loh menurut kabar. Lebih baik turun bawa sisa air, daripada turun minta minta air dari pendaki yang lain.


Butuh perjuangan keras untuk kami menghirup aroma puncak, setelah kehujanan, kering dan kehujanan lagi, akhirnya kita sampai juga di puncak Ciremai. Puncak tertinggi tanah Sunda, dengan tiupan tiupan mesra angin pagi yang menghapus kelelahan kami. Sekeliling begitu cerah, dan membakar kulit eksotik kami, panas tapi sejuk, dingin tapi menghitamkan. Terlihat dari kejauhan, seperti hamparan cermin yang lebar, mengkilat, tak tahu pantai atau danau. Sungguh cantik, manis, dihiasi warna biru yang lebar, luas, kami puas.
gambar pemandangan gunung ciremai
Gapailah cita-citamu setinggi gunung Ciremai, entah kenapa suka foto yang satu ini
gambar gunung ciremai
Dua cowok lainnya malu nampang di kamera
Jujur saja, kali ini kaki saya pegel, paha keju kemeng, tak begitu tinggi tetapi mengena di kaki. Ciremai jalur Linggarjati memang terkenal dengan oleh-oleh pegel linu di kaki. Perjalanan turun terasa lama, kelompok terpecah belah menjadi 2 bagian. Yang duluan turun wanita-wanita super, cowok cowok gantengnya belakangan sekalian nungguin cewek-cewek super lainnya yang tertatih-tatih meringis sambil menahan rasa sakit di kaki.

Ada salah satu obat pereda sakit yang di bawa oleh May, sejenis parem yang kalau diolesin jadi semriwing semriwing semriwingg… (sambil muter muter). Fungsinya mirip counterpain tetapi lebih encer. Karena rasa penasaran, akhirnya saya cobain buat kaki saya yang mulus tanpa bulu ini. Benar adanya, kaki jadi lebih enak, semwriwing, dan sakitnya berkurang.

Eh tapi, pas berdiri kok ada yang aneh? Kaki rasanya tak bertenaga, otot-otot pada loyo. Selidik punya selidik ternyata cowok yang ikutan makek juga merasa ototnya pada loyo semua. Nama obatnya lupa, fungsinya melemaskan otot, dan sangat manjur terbukti pas turunan kaki rasanya loyo bin lunglai kayak belalai. Jadi sekarang sudah ketahuan kenapa cewek-cewek pada meringis pas turunan. 

Obat pasca pendakian, dipakai pas mendaki? Loyo pak, otot jadi selembut karet.
Sampai dibawah, sudah ditungguin Bapak-bapak ojek. Salah satu enaknya naik Ciremai via Linggarjati ya transportasinya, sudah teratur dan terorganisir. Kalau dari Jakarta tinggal naik bis turun pertigaan, lanjut ojek yang kalau belum naik ongkosnya 15ribu. Turunnya juga sama dari pos 1 sampai pertigaan jalan besar yang dilewatin bus bus antar kota cuman 15ribu.

Oh iya, Yang nggak asik dari Linggarjati yaitu tiket masuknya, terasa mihil jika dibandingkan gunung lokal lain di Jawa. Mungkin 25ribu ya kalau nggak salah, lagi lagi saya lupa. Tetapi dari tiket 25ribu itu ada perinciannya loh, untuk kas, untuk produk lokal dll. Kita juga dapet souvenir berupa gelang produk penduduk setempat, makanan kecil yang unik dan SERTIFIKAT. Iya sertifikat!!!! Jangan lupa diambil waktu mau pulang. Sampai puncak ataupun tidak, kita tetap mendapatkan sertifikat.

gambar jalur gunung ciremai
Itu kertas dan kaos tangan unyu, sepele tapi asu banget!!!
Pendakian Gunung Ciremai via Linggarjati dengan medan cukup menguras persediaan air kami telah berakhir. Semoga kebersamaan kami tidak terhapus oleh dentingan waktu, tetap semangat, tetap berpetualangan dan semoga kita menjadi insinyur yang dapat merubah wajah Indonesia lebih baik.
gambar jalur gunung ciremai linggarjati
Terimakasih atas waktunya, mas mbak Tripatra, mas SIS, mbak-mbak DSME dan mbak Santos. Kapan kita lagi?
Sorry kalau tulisannya basi, Muncaknya udah setahun yang lalu tapi kok nulisnya baru sekarang. Sekali lagi, lebih baik telat dari pada telat banget.

Tekian dan telima tatih.

Senin, 28 Maret 2016

Promo idul fitri masih jauh di depan mata, tetapi beberapa toko sudah mulai gencar membidik peluang pasar dengan berpromosi ria. Tak hanya toko-toko besar di dekat rumah saja, tetapi sebagian besar online shop pun mulai memanfaatkan momen ini. Dari yang promo cuci gudang, kartu kredit, cicilan 0%, diskon barang-barang tertentu, sampai ada yang berani ngasih duit kalau belanja di tempatnya. Entah cuman branding doank atau beneran ngasih duit. Hari gini, belanja kok dibayar? MANA MUNGKIN!!!

Ceritanya kemarin lagi nyari sparepart motor butut di rumah, berhubung Saya nggak ada waktu buat ke Bonjer atau Otista, iseng-iseng aja deh searching-searching di google. Enaknya kalau shoping sparepart online itu nggak usah nawar, nggak usah mondar-mandir dari ujung toko ke toko yang lain, dan yang lebih enak lagi bisa nyari sparepart harganya paling murah. Kalau lagi Bedjo ya bisa dapet tuh diskonan ataupun promo dari toko yang jual, contoh saja Bukalapak, Tokopedia, Matahari Mall, L*z*dud dan kawin-kawin.

Searching-searching dimulai, weladalah beberapa kali diputer-puterin web toko nggak jelas akhirnya dapet juga deh yang di cari-cari, keywordnya “jual mesin vespa excel” dan wongkrey dapet di bukalapak!!!. Tapi wow banget harganya, tiga kali harga vespa yang di rumah. Akhirnya nyari spare part merzy aja deh, mesin vespa excelnya nanti, huhuhu. Aksesoris motor di bukalapak lumayan banyak macemnya loh btw, murah pulak. Setelah semuanya di masukin ke trolly, iseng-iseng buka Gmail dan ada sesuatu yang aneh di Inbox email Saya. Hmmmm, sepertinya Spam lolos filter.

mesin excel racing
Mesin  Vespa Excel

mesin vespa racing
Magnet Mesin Vespa Excel
Namanya ShopBack, Koar-koarnya si ngasih cash back kalau belanja online. Check di Google aman, akhirnya coba liat webnya. Sekilas sih agak membingungkan tampilan webnya, soalnya nama-nama semua toko online ada di sini. Karena penasaran, akhirnya Saya daftar aja deh itung itung amal. Langsung deh log in, dan apa yang terjadi??? Silahkan di coba sendiri ya biar nggak penasaran. Mulai dari voucher Bukalapak, Cashback Lazada, Blibli, Matahari Mall, Tiket.com, Zalora, Pegi pegi, bahkan promo Agoda terbaru juga ada loh.

shop back promo
Tampilan web ShopBack Indonesia
Kembali ke Laptop, Belanja Sparepart buat yang di rumah!!!! 

Eits, tapi sebentar dulu. Barang yang ada di trolly bukalapak di deletin semua biar keliatan baru mau belanja, trus coba pakai link dari ShopBack ID. Ceritanya belanja dari linknya si ShopBack, khawatir donk kalau nggak pakai link dari ShopBack nggak dapet CashBack ntar. Barang dengan tipe yang sama Saya masukin keranjang, harga ternyata tidak berubah, seller nya juga masih sama. Intinya tidak ada yang berubah dari tampilan bukalapak ini. Trus bedanya apa donk? Help me please!!!, kayaknya nih web tipu banget.

Tapi agak aneh setelah liat akun ShopBacknya.
Setelah kepo-in dikit webnya Si ShopBack, eh ternyata ada point penting yang harus kita pegang.
1. Ada beberapa perbedaan Cash Back tiap online Shop, kalau yang Bukalapak maksimal cashbacknya 50 rebong dari belanja 500 rebong (Lumayan buat Jajan Bakso)
2. Lebih baik dapet CashBack 10% dari pada nggak sama sekali kan????
3. Kalo masih nggak jelas, kepoin disini aja deh. Males banget nulisin satu-satu, atau liat aja deh video dibawah.

Selama web terpercaya, nggak ada sesuatu yang mencurigakan, menurut pribadi Saya ShopBack ini layak dicoba. Apalagi dapat CashBack yang jumlahnya lumayan, tinggal kitanya aja yang pintar pintar menyiasati cara berbelanja online dengan ShopBack. Cari harga yang murah dan seminimal mungkin, tetapi dapet CashBack maksimal. Bandingkan harga satu toko dengan toko yang lain, cermati plus minusnya. Baru deh,….

Suka belanja Online? Di ShopBack-in aja!!!

Udah ah, mau belanja online lagi, maklum orang *kaya nih.
*Kaya tukul

~Shopbeck-Shopbeck~

Promo idul fitri masih jauh di depan mata, tetapi beberapa toko sudah mulai gencar membidik peluang pasar dengan berpromosi ria. Tak hanya toko-toko besar di dekat rumah saja, tetapi sebagian besar online shop pun mulai memanfaatkan momen ini. Dari yang promo cuci gudang, kartu kredit, cicilan 0%, diskon barang-barang tertentu, sampai ada yang berani ngasih duit kalau belanja di tempatnya. Entah cuman branding doank atau beneran ngasih duit. Hari gini, belanja kok dibayar? MANA MUNGKIN!!!

Ceritanya kemarin lagi nyari sparepart motor butut di rumah, berhubung Saya nggak ada waktu buat ke Bonjer atau Otista, iseng-iseng aja deh searching-searching di google. Enaknya kalau shoping sparepart online itu nggak usah nawar, nggak usah mondar-mandir dari ujung toko ke toko yang lain, dan yang lebih enak lagi bisa nyari sparepart harganya paling murah. Kalau lagi Bedjo ya bisa dapet tuh diskonan ataupun promo dari toko yang jual, contoh saja Bukalapak, Tokopedia, Matahari Mall, L*z*dud dan kawin-kawin.

Searching-searching dimulai, weladalah beberapa kali diputer-puterin web toko nggak jelas akhirnya dapet juga deh yang di cari-cari, keywordnya “jual mesin vespa excel” dan wongkrey dapet di bukalapak!!!. Tapi wow banget harganya, tiga kali harga vespa yang di rumah. Akhirnya nyari spare part merzy aja deh, mesin vespa excelnya nanti, huhuhu. Aksesoris motor di bukalapak lumayan banyak macemnya loh btw, murah pulak. Setelah semuanya di masukin ke trolly, iseng-iseng buka Gmail dan ada sesuatu yang aneh di Inbox email Saya. Hmmmm, sepertinya Spam lolos filter.

mesin excel racing
Mesin  Vespa Excel

mesin vespa racing
Magnet Mesin Vespa Excel
Namanya ShopBack, Koar-koarnya si ngasih cash back kalau belanja online. Check di Google aman, akhirnya coba liat webnya. Sekilas sih agak membingungkan tampilan webnya, soalnya nama-nama semua toko online ada di sini. Karena penasaran, akhirnya Saya daftar aja deh itung itung amal. Langsung deh log in, dan apa yang terjadi??? Silahkan di coba sendiri ya biar nggak penasaran. Mulai dari voucher Bukalapak, Cashback Lazada, Blibli, Matahari Mall, Tiket.com, Zalora, Pegi pegi, bahkan promo Agoda terbaru juga ada loh.

shop back promo
Tampilan web ShopBack Indonesia
Kembali ke Laptop, Belanja Sparepart buat yang di rumah!!!! 

Eits, tapi sebentar dulu. Barang yang ada di trolly bukalapak di deletin semua biar keliatan baru mau belanja, trus coba pakai link dari ShopBack ID. Ceritanya belanja dari linknya si ShopBack, khawatir donk kalau nggak pakai link dari ShopBack nggak dapet CashBack ntar. Barang dengan tipe yang sama Saya masukin keranjang, harga ternyata tidak berubah, seller nya juga masih sama. Intinya tidak ada yang berubah dari tampilan bukalapak ini. Trus bedanya apa donk? Help me please!!!, kayaknya nih web tipu banget.

Tapi agak aneh setelah liat akun ShopBacknya.
Setelah kepo-in dikit webnya Si ShopBack, eh ternyata ada point penting yang harus kita pegang.
1. Ada beberapa perbedaan Cash Back tiap online Shop, kalau yang Bukalapak maksimal cashbacknya 50 rebong dari belanja 500 rebong (Lumayan buat Jajan Bakso)
2. Lebih baik dapet CashBack 10% dari pada nggak sama sekali kan????
3. Kalo masih nggak jelas, kepoin disini aja deh. Males banget nulisin satu-satu, atau liat aja deh video dibawah.

Selama web terpercaya, nggak ada sesuatu yang mencurigakan, menurut pribadi Saya ShopBack ini layak dicoba. Apalagi dapat CashBack yang jumlahnya lumayan, tinggal kitanya aja yang pintar pintar menyiasati cara berbelanja online dengan ShopBack. Cari harga yang murah dan seminimal mungkin, tetapi dapet CashBack maksimal. Bandingkan harga satu toko dengan toko yang lain, cermati plus minusnya. Baru deh,….

Suka belanja Online? Di ShopBack-in aja!!!

Udah ah, mau belanja online lagi, maklum orang *kaya nih.
*Kaya tukul

~Shopbeck-Shopbeck~

Selasa, 16 Februari 2016

Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Sangat tinggi mdpl.

Bro, ikut ke Papandayan nggak? Celetuk rekan kerja di meja sebelah. Dan langsung saya tolak deh secara halus, sehalus sutra.

April 2015 udah setahun aja, oh iya blog nya udah jamuran gini kok pengunjungnya masih banyak aja ya?. Pasti pada iseng BW dan kangen tulisan saya yang ngalor ngidul tanpa pakem ya?. Untuk mengobati kekecewaan rekan rekan senasib, okelah saya update isi blognya spesial buat kalian semua. Biar pageviewnya pindah ke postingan terbaru. Muaaachhh..

Hampir setahun sudah berlalu, dari rambut gondrong sampai udah potong dua kali, sekarang sudah mulai gondrong lagi. Tepatnya bulan April tahun 2015, Saya ikutan gerombolan anak Saipem menaklukan gunung tertinggi di negara Garut. Sangking tingginya, gunung ini dilengkapi dengan kamera Go Pro di segala penjuru. Para pendakinya memerlukan alat canggih berwujud tongkat sakti untuk membantu perjalanan mereka menuju Puncak.
gunung papandayan garut
Unyil kucing unyil kucing, rambutku keren ya kalau dari belakang
Sebelum memulai pendakian, kita harus melakukan ritual wajib yang harus dilakukan seorang pendaki. Setelah melakukan hompimpah akhirnya didapat urutan siapa yang di depan dan siapa yang dibelakang. Saya akhirnya mendapat posisi paling belakang, itung-itung kalau kentut sewaktu-waktu biar nggak nyiksa pendaki yang lain.

Kondisi alam di Papandayan sekarang sangat berbeda dengan kondisi terakhir saya kesini, kalau yang setia Blog Walking disini pasti tahu kan gimana ceritanya. Kalau belum pernah baca, silahkan baca dulu kondisi alam Papandayan yang asri beberapa tahun yang lalu. Walaupun terjadi banyak perubahan, tetapi masih banyak saya temukan kelakuan Vandalisme di Gunung ini. Saya pribadi kurang paham tujuan mereka menuliskan nama di batu, kayu, dan tanah. Menyusun batu biar berbentuk bintang, dan tulisan JUMIATI LOVE PAIJO. Mungkin mereka belum mengenal telepon, email, ataupun Wasap. Atau sebenarnya mereka cuman pengen eskis dan dapat pengakuan???

gunung papandayan garut
Kelakuan Anak jaman sekarang, mirip-mirip manusia Purba yang tinggalnya di Goa Mlangreng
Sangking tinggi dan beratnya medan, kami menghabiskan kurang lebih setengah jam untuk mendaki Gunung ini, itupun kami harus membagi waktu pendakian untuk mengambil foto bersama, agar bisa dipastikan kondisi para pendaki sehat dan bugar untuk next photo session.

Sebelum sampai pos terakhir buat ngecamp, kira-kira 10 menit 18 detik terjadilah hujan yang sangat lebat. Beberapa pendaki cewek mengeluarkan payung pink dan kuningnya, tak lupa Go Pro harus siap siaga. Sangatlah penting untuk merekam setiap mili detik moment moment di Papandayan, hal ini bertujuan agar kondisi para pendaki terpantau secara jelas. Tangan kiri pegang payung pink, tangan kanan pegang tongkat sakti. Tak lupa muter-muter maju mundur cantik.

gunung papandayan garut
Engineer lagi pada meeting, ada Piping, Structure, Naval, LOSPE, Material, muka muka calon petinggi ini.
Enaknya naik gunung sama cewek itu,.. Jaminan makan enak malem dan pagi harinya. Dari rendang, Pasta, Kacang Ijo, Bubur, Sayur, Agar-agar, telor, komplit. Minumnya juga komplit, dari A sampai Z semua ada. Nggak enaknya, ada kemungkinan kalau naik sama cewek itu rempong, suka ngeluh, nggak kuat, kadang mintak gendong. Tetapi pendakian kali ini, cewek-ceweknya tangguh semua, jadi amanlah. Pinter masak pulak, Jozz gandoz lah kalian cyin...

Biasanya kalau abis makan malam dan sebelum tidur, kita ngobrol saling mengenal satu sama lain biar tambah akrab. Kalau malam ini ada yang baru dan agak berbeda, ada yang cerita horror, tebak tebakan, ada yang maen kartu, makan salak, ada juga yang sambil minum hangat-hangat semriwing. Abis ntu baru bubug, biar besok bisa ikutan photo session.

gunung papandayan garut
Foto model jalan paling depan, di susul penata rias, photographer dan yang terakhir tukang angkat-angkat
Bagusnya papandayan ntu ada kawasan yang masih asri, isinya edelweiss masih cantik dan rapi. Sampah sangat jarang di temukan di lokasi ini, the best spot lah di Papandayan. Kalau mau photo photo maju mundur cantik bisa dan sangat oke dilakukan disini. Terbesit pikiran Prewed disini kayake bagus deh, masih jaman aa prewed di gunung? Sekarang jamannya prewed di Zebra Cross atau nggak prewed di Jaya Wijaya biar greget.

gunung papandayan garut
Tongkat Ajaib selalu siap siaga di setiap detiknya, Bunganya bagus btw.
gunung papandayan garut
Dulu, cuman ada 2 tenda berdiri dipojokan
Yang sangat disayangkan dan disesalkan, setiap manusia ada benih ke egoisan di hatinya. Yang akan muncul ketika di atas, entah di gunung atau kedudukan di masyarakat. Papandayan seakan menjadi tempat sampah, berbondong bondong pendaki mengatasnamakan Pecinta Alam melukai setiap kulit Papandayan. Mewarnai tanahnya, mengotori indahnya, menginjak ke asrian Papandayan. Memenuhi dan mengantri, seakan ini sebuah Wahana bermain baru, Wahana pendukung ke eksisan di Media Sosial.

Sebenarnya aturannya sangat mudah,
Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar, membunuh sesuatu kecuali waktu, dan meninggalkan sesuatu kecuali jejak.

Bukan sekedar tulisan yang di share di Medsos, bukan sekedar kertas yang bertulisankan pesan sepele “dapat salam dari bla bla bla mdpl” untuk orang terkasih. Tak akan memberatkanmu sampah kertas, bungkus mie, permen, botol minuman, ataupun tali raffia,tinggal masukin tas, atau di tenteng turun juga bisa. Kalau pendaki Papandayan memiliki mental seperti pendaki sekarang-sekarang ini, bisa dipastikan dua tahun lagi adalah 730 hari dari sekarang.

gunung papandayan garut
Dulu juga, bau belerang sangat menyengat, sekarang cuman bau kentut yang tercium
Jangan lupa baca lagi tulisan alay nan jadul Papandayannya disini.
Sorry ceritanya basi, Lebih baik telat dari pada telat banget.

Gunung Papandayan, Garut, Jawa Barat. Sangat tinggi mdpl.

Bro, ikut ke Papandayan nggak? Celetuk rekan kerja di meja sebelah. Dan langsung saya tolak deh secara halus, sehalus sutra.

April 2015 udah setahun aja, oh iya blog nya udah jamuran gini kok pengunjungnya masih banyak aja ya?. Pasti pada iseng BW dan kangen tulisan saya yang ngalor ngidul tanpa pakem ya?. Untuk mengobati kekecewaan rekan rekan senasib, okelah saya update isi blognya spesial buat kalian semua. Biar pageviewnya pindah ke postingan terbaru. Muaaachhh..

Hampir setahun sudah berlalu, dari rambut gondrong sampai udah potong dua kali, sekarang sudah mulai gondrong lagi. Tepatnya bulan April tahun 2015, Saya ikutan gerombolan anak Saipem menaklukan gunung tertinggi di negara Garut. Sangking tingginya, gunung ini dilengkapi dengan kamera Go Pro di segala penjuru. Para pendakinya memerlukan alat canggih berwujud tongkat sakti untuk membantu perjalanan mereka menuju Puncak.
gunung papandayan garut
Unyil kucing unyil kucing, rambutku keren ya kalau dari belakang
Sebelum memulai pendakian, kita harus melakukan ritual wajib yang harus dilakukan seorang pendaki. Setelah melakukan hompimpah akhirnya didapat urutan siapa yang di depan dan siapa yang dibelakang. Saya akhirnya mendapat posisi paling belakang, itung-itung kalau kentut sewaktu-waktu biar nggak nyiksa pendaki yang lain.

Kondisi alam di Papandayan sekarang sangat berbeda dengan kondisi terakhir saya kesini, kalau yang setia Blog Walking disini pasti tahu kan gimana ceritanya. Kalau belum pernah baca, silahkan baca dulu kondisi alam Papandayan yang asri beberapa tahun yang lalu. Walaupun terjadi banyak perubahan, tetapi masih banyak saya temukan kelakuan Vandalisme di Gunung ini. Saya pribadi kurang paham tujuan mereka menuliskan nama di batu, kayu, dan tanah. Menyusun batu biar berbentuk bintang, dan tulisan JUMIATI LOVE PAIJO. Mungkin mereka belum mengenal telepon, email, ataupun Wasap. Atau sebenarnya mereka cuman pengen eskis dan dapat pengakuan???

gunung papandayan garut
Kelakuan Anak jaman sekarang, mirip-mirip manusia Purba yang tinggalnya di Goa Mlangreng
Sangking tinggi dan beratnya medan, kami menghabiskan kurang lebih setengah jam untuk mendaki Gunung ini, itupun kami harus membagi waktu pendakian untuk mengambil foto bersama, agar bisa dipastikan kondisi para pendaki sehat dan bugar untuk next photo session.

Sebelum sampai pos terakhir buat ngecamp, kira-kira 10 menit 18 detik terjadilah hujan yang sangat lebat. Beberapa pendaki cewek mengeluarkan payung pink dan kuningnya, tak lupa Go Pro harus siap siaga. Sangatlah penting untuk merekam setiap mili detik moment moment di Papandayan, hal ini bertujuan agar kondisi para pendaki terpantau secara jelas. Tangan kiri pegang payung pink, tangan kanan pegang tongkat sakti. Tak lupa muter-muter maju mundur cantik.

gunung papandayan garut
Engineer lagi pada meeting, ada Piping, Structure, Naval, LOSPE, Material, muka muka calon petinggi ini.
Enaknya naik gunung sama cewek itu,.. Jaminan makan enak malem dan pagi harinya. Dari rendang, Pasta, Kacang Ijo, Bubur, Sayur, Agar-agar, telor, komplit. Minumnya juga komplit, dari A sampai Z semua ada. Nggak enaknya, ada kemungkinan kalau naik sama cewek itu rempong, suka ngeluh, nggak kuat, kadang mintak gendong. Tetapi pendakian kali ini, cewek-ceweknya tangguh semua, jadi amanlah. Pinter masak pulak, Jozz gandoz lah kalian cyin...

Biasanya kalau abis makan malam dan sebelum tidur, kita ngobrol saling mengenal satu sama lain biar tambah akrab. Kalau malam ini ada yang baru dan agak berbeda, ada yang cerita horror, tebak tebakan, ada yang maen kartu, makan salak, ada juga yang sambil minum hangat-hangat semriwing. Abis ntu baru bubug, biar besok bisa ikutan photo session.

gunung papandayan garut
Foto model jalan paling depan, di susul penata rias, photographer dan yang terakhir tukang angkat-angkat
Bagusnya papandayan ntu ada kawasan yang masih asri, isinya edelweiss masih cantik dan rapi. Sampah sangat jarang di temukan di lokasi ini, the best spot lah di Papandayan. Kalau mau photo photo maju mundur cantik bisa dan sangat oke dilakukan disini. Terbesit pikiran Prewed disini kayake bagus deh, masih jaman aa prewed di gunung? Sekarang jamannya prewed di Zebra Cross atau nggak prewed di Jaya Wijaya biar greget.

gunung papandayan garut
Tongkat Ajaib selalu siap siaga di setiap detiknya, Bunganya bagus btw.
gunung papandayan garut
Dulu, cuman ada 2 tenda berdiri dipojokan
Yang sangat disayangkan dan disesalkan, setiap manusia ada benih ke egoisan di hatinya. Yang akan muncul ketika di atas, entah di gunung atau kedudukan di masyarakat. Papandayan seakan menjadi tempat sampah, berbondong bondong pendaki mengatasnamakan Pecinta Alam melukai setiap kulit Papandayan. Mewarnai tanahnya, mengotori indahnya, menginjak ke asrian Papandayan. Memenuhi dan mengantri, seakan ini sebuah Wahana bermain baru, Wahana pendukung ke eksisan di Media Sosial.

Sebenarnya aturannya sangat mudah,
Jangan mengambil sesuatu kecuali gambar, membunuh sesuatu kecuali waktu, dan meninggalkan sesuatu kecuali jejak.

Bukan sekedar tulisan yang di share di Medsos, bukan sekedar kertas yang bertulisankan pesan sepele “dapat salam dari bla bla bla mdpl” untuk orang terkasih. Tak akan memberatkanmu sampah kertas, bungkus mie, permen, botol minuman, ataupun tali raffia,tinggal masukin tas, atau di tenteng turun juga bisa. Kalau pendaki Papandayan memiliki mental seperti pendaki sekarang-sekarang ini, bisa dipastikan dua tahun lagi adalah 730 hari dari sekarang.

gunung papandayan garut
Dulu juga, bau belerang sangat menyengat, sekarang cuman bau kentut yang tercium
Jangan lupa baca lagi tulisan alay nan jadul Papandayannya disini.
Sorry ceritanya basi, Lebih baik telat dari pada telat banget.