Survey Daerah Karst Pracimantoro Survey Daerah Karst Pracimantoro ~ Kempor.Com Survey Daerah Karst Pracimantoro

Kamis, 22 April 2010

Kemarin tanggal 10 Maret 2010, tepatnya hari Rabu. Karena penat dengan banyaknya pikiran, emosi terpendam, dan hal hal jelek lainnya. Dengan tujuan utama mencari daerah karst yang cocok buat adik adik baruku. Ditemani para caver kawakan dari Solo: Unyil, Kecut, Shotil. Telah lama di rencanakan, akhirnya kami berangkat ke Praci. Walaupun dengan personil terbatas, alat seadanya, logistik minim, dan persiapan yang kurang, kamipun berangkat dengan semangat 55.

Perjalanan dari solo ke Praci (omae mbah e kecut) kira kira 2 jam, Walaupun dijalan sempat bertemu dengan orang pemerintahan yang sok tau. Tapi lucu juga sich, dapat sedikit hiburan.

Karena keberangkatan kita molor, seharusnya pagi sudah berangkat. Akhirnya terpaksa siang kita baru berangkat, sampai disana sekitar jam 12 siang. Istirahat sebentar, persiapan alat..
tau tau awan mendung, langit menangis. Haduh, akhirnya kita memutuskan untuk masuk malam saja. Malam dah datang, sebelum masuk di suruh maem dulu. Abis maem ndak jadi masuk, soale males n kuenyang.

Keesokan paginya kita langsung persiapan, masak, sarapan, pamit sama orang rumah. Langsung berangkat ke TKP, jarak antara basecamp dengan interance sekitar 1 km. Kita tempuh dengan naik motor sekitar 5 menit, jalan 10 menit. Letak gua ini di sisi bukit, dan di pusat depresi.

Kali ini team di bagi menjadi 2 kelompok, rigging (unyil, kecut) dan jingjing (aku, sothil). Terkendala dengan peralatan yang minim, maka proses melintasi lintasan juga agak lama. 4 personil dengan set 2 buah, logistik minim, dan juga dokumentasi yang seadanya.
Sedikit dekripsi ya!
Gua ini termasuk gua vertikal dan terdiri dari 2 pitch, dengan kedalaman pitch pertama sekitar 10 an meter,
dan pitch kedua sekitar 30-40 an meter (soalnya lupa bawa meteran kemarin). Setelah semua sudah turun, kita melanjutkan explore ke downstream dengan tujuan menemukan SBT. Panjang medan horizontal tersebut sekitar 100an meter, dengan materi TPGH komplit dari jalan biasa, squezzing, ada juga yang pakai teknik panjat. Medan Vertikal juga lumayan dengan variasi lintasan deviasi dan intermediet. Explorasi kali ini kami akhiri dengan CUE (Continue Un Explore) dengan alasan perlengkapan yang minim. Tetapi sepertinya masih terdapat lorong yang dalam, dan akan kami lanjutkan dengan pengambilan data, dalam bentuk peta, maupun semua yang bisa dimanfaatkan dalam gua tersebut. Yaitu sumber air buat penduduk desa sekitar gua tersebut.

Tulisan ini hanya sekedar dokumentasi maupun pengingat buat penulis.
jadi apabila terdapat kesalahan dalam penulisan mohon dimaklumi.

Dan ini penulis sedikit share foto yang kami dapatkan dengan kamera pocket biasa (maklum kalau jelek)

greetz to:
Show_tail, Unyhil, X_cute, Mbah e x_cute, masyarakat Desa Wonodadi, Lurah Desa Wonodadi.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

0 comments:

Poskan Komentar

Mohon tulis nama asli/panggilan/lapangan/panggung/pena etc.
No keyword, No spam, ataupun hal-hal yang jelas.

Terima kasih sudah comment.