Asyiknya Mencoba Mesin Tenun Tradisional Asyiknya Mencoba Mesin Tenun Tradisional ~ Kempor.Com Asyiknya Mencoba Mesin Tenun Tradisional

Selasa, 25 Oktober 2011

mesin tenun tradisional

asyik juga nyobain mesin tenun tradisional

Pernah ndak kamu nyobain mesin tenun? kalau kamu seorang perajin kain tenun atau anaknya pengusaha kain tenun pastilah sudah pernah mencobanya. Saya sendiri pernah sekali mencobanya saat liburan di Solo kemarin, di kampus ATW tepatnya. Di kampus saya ini sebenarnya ada satu jurusan yang kurang diminati pemuda zaman sekarang, yaitu jurusan Kimia Tekstil atau teknik Kimia tekstil. Makanya Saya sekarang membahas mesin tenun, agar sedikit mempromosikan satu satunya jurusan teknik kimia tekstil di Solo tersebut.

Berhubung Saya anak teknik mesin, pastilah pengalaman seperti ini sangat menarik dan patutlah jika saya ceritakan, injak kanan injak kiri, tarik, tekan dan di ulang ulang terus akhirnya jadi selembar kain. Butuh waktu yang lama untuk menghasilkan sebuah kain tenun, jadi pantaslah jika kain tenun tradisional harganya cukup mahal.

Waktu maen ke kampus kemarin, anak anak pada sibuk ngecat wall panjat yang sedang di renovasi, berhubung penyimpanan papan buat wall panjat berada di bengkel tekstil, kesempatan nih buat nyobain mesin tenunnya kampus. Kapan lagi? ahahahahaha, kesempatan tak datang 2 kali, sebelum dosennya pada datang. Tanpa basa basi dan tanpa dibekali ilmu tentang tenun menenun, hanya bermodalkan nalar akhirnya Saya  coba aja tarik sana tarik sini, injak sana injak sini dan alhamdulillah bisa menenun selebar 10cm lah. Lumayan kan? Emang susah sih, tetapi kalau sabar pasti nanti lihat hasilnya bakalan seneng deh. 
Hehehe. 


Tak lama kemudian Anak anak yang lagi sibuk mengamplas papan agak tertarik, dan ikut ikutan nyobain menenun. Hahahahahaha. 
Ayo ayo sini, kerjaan kok ngurus papan panjat mulu, sekali kali nyobain yang asyik asyik gini lah.

Sempet jeprat jepret beberapa kali pakai kamera HP, maaf kalau hasilnya kurang jelas.
Dan hasilnya...


mesin tenun kayu tradisional

penampakan mesin tenun tradisional dari kayu yang saya pakai kemarin


Dari kayu kayu yang disusun seperti gerobak tersebut ternyata bisa menghasilkan selembar kain tenun yang lumayan bagus klasik. Perlu beberapa waktu untuk mempelajari cara kerjanya, tetapi bila sudah paham cara kerjanya emang terasa mudah. Asyik pokoknya, injek kanan, injek kiri, dorong, tarik
Hahahahahaha 


papan wall climbing atwapala
papan wall climbing yang akan di pasang, lebarnya sekitar 2,5 meter


renovasi wall climbing atwapala
ngomong ngomong, kalau papan nya saja setebel gini, rangkanya sebesar apa ya?


modifikasi mesin tenun dengan pneumatic
mesin tenun tradisional yang sudah dimodifikasi dan ditambahkan unit pneumatic

Beberapa mesin tenun kayu tersebut dijadikan Tugas Akhir dengan memodifikasinya menggunakan sebuah rangkaian pneumatic. Sehingga bisa meringankan para perajin kain tenun (brarti udah nggak tradisional donk?)

hasil tenun tradisional
kain tenun yang hampir selesai, unik dan menarik kan?

Nah itu dia selembar kain yang minta ampun susah banget ngebikinnya. Memang hanya satu warna, soalnya kemarin cuman melanjutkan proses yang belum selesai :p




mesin tenun modern berpenggerak motor listrik

salah satu dari beberapa mesin tenun modern yang sudah menggunakan tenaga listrik


Kain tenun merupakan kerajinan tangan yang unik, hampir disetiap daerah di Indonesia memiliki ciri khas yang berbeda beda. Dari bahan baku, sistem pewarnanaan maupun dari segi motifnya. Dari se onggok kapas, menjadi sebuah gulungan benang. Dari segulung benang tersebut jadilah sebuah lembaran kain dan selanjutnya bisa di buat sebuah pakaian. Proses pemintalan benang sampai menjadi selembar kain ataupun pakaian memiliki makna dalam akan kehidupan. Semua berawal dari nol, saling bantu membantu, gotong royong, sambung menyambung, bila kita sabar dan tekun dengan apa yang kita kerjakan, maka pastilah harapan bersama akan tercapai.

Gempuran mesin mesin tenun modern yang serba otomatis telah menggusur para perajin tenun tradisional. Semoga filosofi dan makna yang diberikan dari sebuah kain tenun tidak luntur oleh perkembangan zaman. Dan sebagai generasi muda hendaklah kita melestarikan kerajinan kerajinan tradisional semampu kita.


Terima kasih buat teman teman atwapala yang sudah ikut "nyolong" kesempatan, dan semoga kampus ATW jurusan kimianya makin maju.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

10 comments:

  1. bestnya kalau tau wat benda ni...

    BalasHapus
  2. hmm.

    ituloh yang buat tenun.
    payah ah.

    BalasHapus
  3. whoaaaa...
    tenun songket best ni.

    BalasHapus
  4. iya, gampang2 susah.
    hehehehe

    BalasHapus
  5. saya mas slamet raharjo pedagang ATBM.bagi yang butuh alat tenun bukan mesin atau spare partnya, bisa hub-i saya di 081329697568.mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. mas
      jual sisr ukuran 60 gk?
      atau jual satu set alat tenun nya

      Hapus
  6. apa sudah diproduksi mesin tenun tradisional yg sudah dimodifikasi ditambahkan pneumatig

    BalasHapus
  7. nggak di produksi om, tapi buat TA anak kimia tekstil...

    coba aja dilihat di Kampus ATW Solo

    BalasHapus

Mohon tulis nama asli/panggilan/lapangan/panggung/pena etc.
No keyword, No spam, ataupun hal-hal yang jelas.

Terima kasih sudah comment.